Kisah Duka Dari Jogja : Seorang Ibu yang di Tinggal Pergi Buah Hatinya

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Relakah Anak Kita Menjadi Tumbal?

Assalamu’alaikum.wr.wb
 

 Sebelumnya perkenalkan nama saya Siti Afifah (afi), istri dari Rudiyanto, Jogyakarta. Kami menikah tgl 04 mei 08.

Alhamdulilah tanggal 28 maret putri pertama kami lahir dengan BB 3,6 dan PB 50cm. Kami beri nama ASHILA NAILI RACHMACH. Alhamdulilah saya berikan ASI.
 

Umur berapa, saya lupa, pernah saya periksakan ke bidan kenapa nafasnya grok2. Bidan bilang “tidak apa2, hanya flu biasa.”  Umur 2,5bln kalau tidak salah mendapatkan vaksinasi DPT/POLIO. Pada saat itu, perawatnya bicara sendiri “panas ga ya.. panas..eeh ga panas deng..”

Karena akupun kurang paham pada waktu itu, kami pulang tanpa obat penurun panas. Ketika di rumah tiba-tiba panas,aku pun bingung. Lalu kami membawanya ke seorang dokter anak di salah satu RSKA, Jogyakarta. Biaya pemeriksaan yang kami bayarkan sebesar Rp 500.000,oo dan dokter menganjurkan agar anak kami dilakukan terapi sinar dua kali. Namun karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan serta suami berada di Jakarta, maka kami mengurungkan niat untuk terapi.


Tiba-tiba setelah selesai menyusu, anak saya muntah-muntah sangat banyak. Seingat saya hari itu adalah hari Jum’at, wajahnya membiru dan melemas. Akhirnya kami segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
 

Lalu dirujuk ke PKU JOGYA jam 15.00. Hasil rontgen mengatakan bahwa Syila menderita pembengkakan jantung dan bronk .. ( maaf saya lupa nama penyakitnya). Pukul21.00 wb, akhirnya kondisi anak saya semakin kritis dan meninggal dunia.

Tgl 30 Agustus 2010, Alhamdulilah putra kedua kami lahir pada pukul18.30 WIB dengan BB 3,5 Kg dan PB 49 cm. Kami beri nama MUHAMMAD RIDWAN ABDUSSALAM.
 

Pagi harinya dokter mengatakan bahwa anak kami harus dirujuk ke SARDJITO, dengan alasan perut kembung dan belum BAB.

Bisa dibayangkan betapa hancur hati saya saat itu. Saya pun meninggalkan jaminan STNK motor agar bisa keluar dari klinik itu. Sesampainya di RSUD Sardjito, anak saya langsung masuk ruang NICU. Dokter anak yang merawat mengatakan bahwa anak saya memiliki lubang anus, namun terjadi penyumbatan di usus dan harus segera operasi. Akhirnya ridwan dioperasi untuk dibuat lubang pada perut agar bisa BAB.


Saat itu, aku pikir bisa pulang setelah 1minggu. Tapi apa yangg terjadi.. Jahitan operasi di perut jebol, saya tak kuasa menahan tangis pilu.

Hari ke 10, operasi ulang.
 

Hari ke 15, jebol lagi. Katanya albumin rendah, kekebalan tubuh anak saya jelek. Allahu akbar.. kuatkan saya untuk menceritakan ini semua.

Jebol nya semakin melebar dan membentuk lingkaran seperti lingkaran gelas kecil (gelas air zamzam).
 

Anak saya mengalami pendarahan dan koma selama 5 hari. Segala obat di masukkan termasuk transfusi darah hampir tiap hari. Sampai menghabiskan pendonor kurang lebih 10 orang.

Alhamdulilah hari ke 28, dia bangun dari koma. Dokter bilang anak ibu kuat, sebuah keajaiban dari Allah.


Tapi paginya, tanggal 28 september 2010, Ridwan kembali kritis dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 6 pagi. Kedua kalinya saya kehilangan buah hati tanpa sempat menyusuinya lebih lama.


Sebelum hamil ke 3 saya tes TORCH di HI LAB. Alhamdulilah dokter bilang IgM Negatif semua dan IgG ada yang positif tapi hamil lagi tidak apa-apa.


Saya pun hamil lagi dan setiap periksa, dokter selalu bilang bagus. Hanya yg terakhir waktu UK 42 minggu, dokter memutuskan saya harus menjalani persalinan secara sesar.



Tgl 31 Desember 2011 alhamdulilah anak ketiga kami lahir. Kami beri nama MUHAMMAD NAUFAL ARZAQY, dengan BB 3,2kg dan PB 50cm.

Umur setengah bulan nafas sesak lalu saya bawa ke Dsa dan menjalani perawatan selama 5 hari dengan biaya 4juta.


1 minggu kemudian saya telfon klinik untuk menanyakan vaksinasi BCG. Perawat disana menyampaikan bahwa anak saya HARUS disuntikan vaksin pada umur 1bln.



Saya pun ketakutan terlambat dan kami memutuskan untuk vaksinasi di PKU. Umur 2 bln mendapatkan vaksinasi DPT/POLIO 1 di klinik. Namun pasca vaksinasi daerah bekas suntikan menjadi bengkak dan panas. Setelah saya berikan thrombogel dan paracetamol kondisi membaik.

Umur 2,5 bln yaitu tanggal 10 maret 2012 mendapatkan vaksinasi Dpt2/polio2 dan pada saat itu perawat yang menyuntikkan tidak memeriksa kondisi Arza, melainkan langsung suntik. Sampai rumah kaki bengkak dan tidak panas.


Tgl 12 Maret 2012, suami kembali membawa anak saya ke klinik tempat anak saya menerima vaksinasi. Disana dokter malah menyampaikan bahwa anak saya mengalami kebocoran ginjal dan ini bukan tanggungjawab kami.


Pagi Tgl 13 Maret semakin drop bengkak kaki merata. Pagi2 saya langsung shock dan suami langsung pinjam mobil saudara utk melarikan Arza ke Dsa.


Arza di gendong ibu saya, suami tidak peduli lampu merah dia terjang. Saya  teriak-teriak “kejar nyawa,kejar nyawa. minggir minggir” dari jendela mobil sambil menangis. Ya Allah bunda dan panda kalau ingat waktu itu bikin saya ga bisa menahan airmata.


Sampai di Dsa di oxygen dan di infus. Hasil pemeriksaan laboratorium memperlihatkan bahwa fungsi ginjal normal, tetapi harus tetap dirujuk ke SARDJITO lagi. Disana tertulis bahwa diagnosa anak saya adalah KIPI dan PNEUMONIA.


Tanggal 15 Maret, kondisi Arza membaik dan wajahnya sangat cerah. Setiap saya tanya ke dokter, beliau menjawab “sedang kita observasi”.

Tiba-tiba terjadi pendarahan melalui Pup nya. Dilakukan transfusi darah dan dokter mengatakan bahwa infeksi telah menyebar ke saluran cerna Arza.



Coba anda bayangkan.. Nilai Hb orang dewasa saja 12 kan, pada waktu Arza transfusi dalam waktu 3 jam 2 kantong, HB menjadi 20. Astaghfirulloh..saya pun marah-marah sama dokter PICU. Kenapa anak saya jadi merah seperti itu dok.

Dokter hanya mengatakan bahwa kekebalan tubuh adik jelek. Saya pun hanya orang kecil yg hanya bisa diam dengan tindakan dokter. Saya tidak bisa apa2, hanya pasrah. Mau menuntut tidak punya uang. Jadi ya pasrah.


Malamnya Arza membaik setelah di masuki obat dari monoglobulin yg harganya 3,7juta 10ml nya, albumin dan lain2nya.


Tetapi malam pukul 22.00 wib, kalau tdk salah, Arza kritis dan akhirnya meninggal.
Waktu kritis ibu saya bilang “Cucu saya seperti ini krn vaksinasi kan dok”.
 

Semua dokter hanya diam.

Arza meninggal tanggal 22 maret 2012 dengan tersenyum bunda dan panda.


Waktu itu pembayaran rencana memakai Jamkesda karena saya masih punya hutang 10juta di RS yg sama waktu perawatan Ridwan (kakak Arza).


Tetapi alhamdulilah 3hari setelah itu ada perwakilan dari DinKes ke rumah saya. Mereka bilang biaya Arza sebesar 30juta akan ditanggung pemerintah karena arza  adalah korban KIPI. Pemerintah akan bertanggungjawab karena saya sudah mengikuti program pemerintah.



Inilah sedikit ringkasan cerita mengenai anak saya.

Saya minta doanya untuk semua agar saya masih dipercaya Allah untuk bisa punya anak lagi yang sehat, panjang umur dan bisa menemani kami sampai akhir hayat kami. Aamiin..
Semoga cerita ini bermanfaat.


Maaf jika ada kesalahan penulisannya.


Rudiyanto dan Siti Afifah
Jogyakarta, 10mei2012 



KOMENTAR »

KIPI.. Satu nyawa bayi bukanlah mainan.. Jika memang vaksin aman, maka seharusnya tidak ada satupun nyawa yang harus dikorbankan. Cukup pantaskah alasan mengorbankan satu demi lebih banyak anak lagi? Jika bersandar pada teori “herd immunity / kekebalan komunitas”.

Bgm jika yg dikorbankan adl anak kita sendiri, maukah kita? Bagaikan memberikan tumbal kepada seorang raksasa demi menyelamatkan penduduk satu desa.

Ayah bunda tentunya masih ingatkan kisah legenda anak2?

Bahkan akhir kisah itupun menyampaikan pesan moral bahwa tidak satupun nyawa manusia pantas utk menjadi tumbal demi keselamatan sebuah kelompok. Nah selamat berpikir dan berdoa..

Faktanya di lapangan kasus KIPI itu banyak sekali :-) Namun fakta di lapangan adl tidak semua kasus KIPI diakui sbg KIPI, hanya sekedar dinyatakan kebetulan atau bahasa kerennya “coincedence yang menurut seorang dokter anak hanyalah 0,9% atau ada penyakit ikutan (silent disease).

Yang anehnya, bukannya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti otopsi, untuk memastikan bahwa ini bukan KIPI - tp mereka tetap bersikukuh bahwa ini kebetulan. Korban KIPI paling banyak muncul di daerah perifer atau pinggiran, bukan kota besar.

Sayang tenaga kesehatan terlalu sombong untuk mengakui bahwa vaksin memiliki resiko. Minimal mengakui bahwa vaksin tidak 100% aman dan tidak 100% melindungi. Mereka tetap saja berkoar-koar vaksin aman, aman, dan aman.

Apakah menunggu anak kita jd korban untuk sadar bahwa vaksin terlalu beresiko?

Belum pernah dilakukan penelitian yang nyata dimana membandingkan kesehatan anak yang tanpa vaksin dan berasal dari orangtua yang tanpa vaksin dengan kesehatan anak dengan vaksin dan berasal dari orangtua dengan vaksin.

Pengalaman saya di lapangan, sebagai awal memutuskan untuk menolak vaksinasi adalah faktanya anak-anak tanpa vaksin lebih sehat daripada anak dengan vaksin. Dalam 1 tahun mengalami 10x common cold/flu/demam adalah menunjukkan adanya masalah dalam sistem imunitas anak.

Setelah membaca kisah bunda Afi diatas, saya jadi prihatin dengan kalimat ini »

“@dr_p:Knp lumpuh krn polio,radang otak krn tbc,leher dilobangi krn difteri ga ditakuti,tp KIPI yg jarang n ringan malah lbh ditakuti?”

Hmm.. Iya sih, bayi yang meninggal adalah kasus ringan karena orangtua tidak perlu sibuk melayani seumur hidup anaknya yang lumpuh total pasca vaksinasi.

Semakin prihatin dengan pendapat dr dokter anak inisial, F »

Vaksin tanpa KIPI tuh gimana caranya sih? Minum jamu aja bikin banyak kencing kok. Saya aja minum wedang jahe sendawa melulu. 100% kebal? Superman aja ada titik lemahnya kok.

Well doc, sebagai informasi terapi herbal memang memberikan reaksi kencing lebih banyak. Semua herbalis paham akan hal tersebut. Miris sekali jika membandingkan vaksin dengan weddang jahe (???). Superman hanya kisah fiktif alias khayalan, sedangkan KIPI adalah kisah nyata. Ini bayi loohhh.. Bukan batuu yaahh..

So, jadilah orangtua yang kritis.. Pelajari dengan baik dan berdo’a.

Your Kids, Your Future, Your Choice..
Pray and Learn carefully..
Think Twice before you make a decission..

---


Tanggapan oleh Ibu Henny Zainal, seorang ibu rumah tangga, Aktivis ASI dan Dokter Umum. (sehatislamy.com)
Share this article :
 

+ komentar + 6 komentar

24 Mei 2012 pukul 22.49

Hanya ada 2 hal ketika manusia di vaksinasi:

1. Bila tidak kuat maka ia meninggal
2. Bila ia kuat akan tetap hidup tetapi, tidak sesehat seperti yang Allah Inginkan. Ia bisa cacat, sakit-sakitan. Atau tampak biasa saja, tetapi pasti ada kerusakan dalam tubuhnya, jika ia pintar maka apabila tidak terkena vaksin akan lebih pintar dari yang sekarang.

Mengapa manusia, baik itu Bayi, anak, anak, remaja, dewasa, atau orang tua ketika di vaksin ada 2 kemungkinan seperti di atas...???? karena manusia di seluruh dunia ini, mempunyai organ tubuh yang sama, cara memeliharanya juga harus sama yaitu rumusnya Allah, Halalan Toyiban, bila ingin tubuhnya terpelihara dengan baik, tidak melihat itu muslim atau kafir, kalau mau sehat ya ...ikuti aturannya Pencipta manusia.

ANALOGI.

Motor. Pencipta motor, membuat motor dengan tujuan untuk memudahkan si pembeli motor untuk mengendarainya ke tempat tujuan.

Pasti pencipta motor membuat aturan agar motor dapat berfungsi seperti yang ia inginkan

Pencipta motor mengatur, tempat bensin harus di isi bensin, tempat oli harus di isi oli. Lalu karena bensin mahal, maka anda mencampurkan bensin dengan air teh. Bisakah motor anda berjalan? Kenapa tidak bisa berjalan? Kenapa rusak ? Apa itu suatu kepastian?

Ya pasti rusak, karena tidak ikuti aturan Pencipta/Pembuat motor.Kalau yang membeli motor itu non muslim, dia pake motor bensinnya di campur air teh rusak tidak..? ya rusak. Jadi baik yang beli motor muslim atau non, bila aturan pembuat motor tidak di ikuti Rusak. Tapi kalau motornya orang muslim, di tempel stiker ALLAHU AKBAR.., motornya rusak tdak ?? kalau motornya orang kafir di tempel stiker Yesus Tuhan ku.. motornya rusak tidak??? ya tidak.. ARtinya agama tidak ada masalah, yang penting rumusnya motor dipakai sesuai rumus pencipta motor

Begitu juga MANUSIA....
Siapa yang menciptakan manusia ?
Bagaimana agar manusia itu dapat menjadi manusia yang cerdas, sehat berkwalitas dan beriman?
Bagaimana tata cara mengatur manusia, alam kehidupan supaya DUNIA sejahtera aman & damai ?
Aturan siapa yang harus di ikuti manusia? Aturan ALLAH atau aturan manusia yang lain? Aturan ALLAH atau aturan WHO... ??? Siapa yang tahu betul RUMUS agar manusia itu SUKSES dalam TUGAS nya di dunia..??

Manusia organ tubuhnya sudah ALLAH ciptakan sempurna, kenapa memasukkan RUMUS yang lain, dimasukkan bahan pembuat plastik , bahan pembuat baskom plastik (fenol), dimasukkan aluminium , bahan las pager dll.. didalam Vaksin, di masukan ginjal anjing, babi. dan rekayasa genetik sel binatang lainnya, + bayi aborsi, yang bahannya terbuat dari RUMUS TERBALIK dari pada RUMUS ALLAH..?

Sama saja memasukkan tempat bensin motor dengan anggur, pisang, nangka...??? bagaimana jadinya motor anda..??

Pernahkah anda menyalahi RUMUS pembuat motor untuk motor yang anda gunakan..??

Lalu MANUSIA, kenapa dengan TIDAK SOPANNYA kepada ALLAH, merusak dan memasukan benda yang bukan RUMUS ALLAH, kedalam badannya..?? Merusak ORGAN TUBUH MANUSIA yang ALLAH CIPTAKAN...??? Kenapa tidak MENGHARGAI CIPTAAN ALLAH, dan menambah nambah yang sudah sempurna..???

ALLAH ciptakan agar manusia SEHAT, RUMUSNYA ada pada: Al- Quran Surat Al-Baqoroh :168 Allah Swt berfirman : “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi, dan janganlah ikuti langkah-langkah setan, karena setan itu musuh yang nyata bagimu.

APA ARTINYA HALALAN TOYIBAN...??

Halal zat nya, bukan babi, atau ayam dipotong tanpa menyebut nama Allah, Khomer, Bir dll
Halal tata cara perolehannya, artinya tidak dengan cara korupsi, menipu,riba, jualan aurat dll

Lagi baik artinya apa ?? Baik menurut Allah Swt adalah yang alami.Tidak pakai vetsin, tidak pakai msg, mie instan pengawet & pewarna kimia sintetis, pestisida, ayam yg disuntik hormon babi, sapi yang di suntik hormon babi, di berikan pakan dari potongan tulang, daging yang terbuang lalu proses jadi pakan ternak dll

24 Mei 2012 pukul 22.57

JADI... perbandingan 1 : 1.000.000 orang yang meninggal karena di VAKSIN itu tidak apa apa.., adalah pemikiran orang KAFIR, yang di bisiki oleh SETAN... nggak apa apa.. mati satu, selamatkan yang lain, lalu pemikiran ini di bisiki lagi dari orang KAFIR ke orang muslim... , jadilah orang muslim mengikuti langkah langkah SETAN, menjadi manusia yang GAGAL beribadah kepada ALLAH.

Dalam AL Quran, ALLAH SWT BERFIRMAN :

membunuh satu orang sama dengan membunuh seluruh manusia:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS. Al-Maidah: 32)

INI FIRMAN ALLAH, artinya ... BILA sudah ada 1 saja KORBAN KIPI, karena dampak VAKSIN, maka ini sudah merupakan indikasi PEMBUNUHAN kepada MANUSIA LAIN TANPA HAK. Apalagi di atas sudah jelas yang meninggal 3 orang, dan salah satunya sudah dinyatakan sebagai KIPI.

Nah... artinya Vaksin adalah Pembunuhan yang di MURKAI ALLAH. karena ORGAN TUBUH seluruh manusia di dunia ini sama... mempunyai fungsi yang sama...

Jadi PEMBUNUHAN yang terjadi yang di sebabkan oleh VAKSIN, bisa sebabkan MATINYA, organ manusia di tingkat SEL.. seperti mereka yang di Vaksin tetapi nampaknya tidak apa apa, kelihatan sehat dan cerdas.

Lalu ada yang matinya di tingkat organ trubuh, misalnya Jantungnya menjadi bocor, atau ada alergi, autis, ini kerusakan /kematian opada organ.

ATAU CACAT... kematian sebagian organ tubuh.

ATAU MATI... kematian pada seluruh organ tubuh.

Pikirkanlah secara mendalam... pikirkan.... Mana itu petunjuk dari ALLAH dan Rasul NYA, dan mana bisikan bisikan SETAN, yang menjadikan manusia mengikuti Langkah langkah SETAN. Menjadi manusia yang GAGAL beribadah kepada ALLAH.

Ummu Salamah, SH, Hajjam.


Ketua Sharia4Indonesia, Divisi pelayanan umat bidang kesehatan
HP 081398665033 , email : nabawiyah_islamic@yahoo.co.id

Anonim
4 Agustus 2012 pukul 13.35

luar biasa blog ini ....

membawa agama demi kepentingan kelompk tertentu

anda mndpt data2ny drmn ???

Ummu Salamah , SH, Hajjam
17 Agustus 2012 pukul 00.10

subhanallah... maha suci Allah... inilah pertolongan Allah, untuk memberikan pengetahuan mana yang hak dan mana yang bathil.

SUDAH TERBUKTI SEKARANG SIAPA PEMBOHONG nya...

TANYA ASI-HZ Lactation center

Rudi Avee Cayank
asslmkum.darurat bunda.panda. Aku barusan dpt sms dr salah satu teman.aku diomongin di grup gesamun.katanya aku bohong tentang cerita anak saya.

ada seseorang yg namanya gumi2 siapa aku lupa melacak kisah anak saya di sardjito..katanya di sarjito ga ada nama anak saya.tlg siapa aja yg udah gbung di grup itu.tlg tliskan pesan ini di postingan gumi2. :kalau ingin mengecek lg di RS.tlg tanya aja namanya untuk anak ke 2sya wktu it memang blm saya ksh nama wkt dirawat.jd hanya memakai nama bayi ny.siti afifah.dirawat di NICU. MENINGGAL TGL 28SEPTEMBER2010 dgn pnyakit infksi saluran cerna.atresia ani.

Ayahnya namanya rudiyanto.yg membayar dgn jamkessos yg smp skrg msh py krangan 9juta an . Untuk anak ke 3 sy namanya M.naufal arzaki.di ruang PICu.dgn ditangani dktr hadi.meninggal tgl 22maret 2012.dgn diagnosa Kipi.dll. KALO ANDA MENGIRA SAYA BOHONG SAYA AJAK ANDA DATANG KE RUMAH SAKIT SARJITO LANGSUNG.SAYA TUNGGU ANDA.BUAT APA MBK2 SAYA NGARANG CERITA .APA DOSA SAYA DGN ANDA.BISA 2NYA SAYA ANDA ANGGAP BOHONG.

Suka · · Ikuti Kiriman · 11 Agustus pukul 0:52 melalui seluler
11 orang menyukai ini.
permohonan maaf anggota gesamun yang bernama Dewi Pn di wall bunda avi

ummu salamah
17 Agustus 2012 pukul 00.11

Dewi Pn

Assalamu'alaikum Wr. Wb bunda Avee yg baik, dan semuanya, mohon maaf sekali saya baru posting sekarang.... karena beberapa hari ini saya berpikir cukup lama untuk merangkai kata yg tepat, khawatir niat baik yg ingin saya sampaikan justru semakin melukai bunda Avi sekeluarga.

Di Romadhon ini yg sebentar lagi mendekati Lebaran mudah2an bunda Avee bersedia menerima permintaan maaf saya ... Semoga Allah membukakan pintu hati kita semua untuk memandang segalanya dengan lebih jernih dan adil.

Karena insyaAllah ini semua hanyalah kesalahpahaman karena saya pribadi tidak pernah bermaksud meragukan kisah bunda Avee karena memang saya tidak pernah mendengar kisah bunda Avee dari bunda Avee langsung melainkan dari tulisan bunda USA yg jg tidak menyebutkan referensi kisah itu, selama ini kisah2 bunda USA banyak yg tdk bisa dipercaya ketika diklarifikasi ... jadi sungguh saya bukanlah meragukan bunda Avee, hanya berniat klarifikasi atas kisah yg disampaikan bunda USA, dan entah kenapa jadi begini ...

saya harap dg ini bunda Avee bisa mengerti kondisi saya dan memaafkan saya ya mbak ... saya berharap sekali hubungan kita menjadi membaik setelah ini, karena saya jg Ibu dr 3 anak dan bisa membayangkan bagaimana beratnya hati seorang ibu atas kepergian anak2nya, apalagi 3 orang sekaligus, saya bisa bayangkan kl ada di posisi bunda, berat sekali..... saya berdoa dr hati yg paling dalam semoga Allah menempatkan semua buah hati bunda Avee di tempat yg paling baik, suatu saat Allah akan mempertemukan bunda dengan mereka pada waktu yang terbaik pula, dan Allah segera memberi amanah untuk bunda, buah hati yang sehat, dan bisa menyenangkan hati kedua orang tuanya, amin..., much love, ...........Wassalamualaykum wr wb
Selasa pukul 14:54 ·
5 orang menyukai ini.
6 minutes ago · Like

Ummu Salamah Al-Hajjam II Gumi Gumi-nya Ayla
Assalamu'alaikum Wr. Wb semua, maaf baru bisa kemari lagi.

Iya, saya mengaku
bersalah dan gak etis sudah
membuat thread kemarin.

Saya kembali lagi mohon maaf. Pertama dulu saya
minta maaf di inbox kpd keluarga Bpk Rudi lalu saya menelepon mbak Avee, lalu saya kirim mesej lagi karena benar-benar kepikiran. Maukah keluarga bapak Rudi memaafkan saya? Maksud saya
membuat thread kemarin, menggotong
komentar mbak Dewi Pn di thread Ummu Salamah
adalah saya menganggap komentar mbak Dewi menarik karena ia sampai mau bergerak kroscek ke
lapangan. Dan ternyata cerita memang benar
walaupun sempat keliru dalam mencari fakta bahwa nama bayi yg dicari salah. Sekian permintaan maaf saya. Mohon kiranya kel bapak Rudi memaafkan saya. Saya juga mendoakan agar kel Rudi dapat memperoleh anak lagi dan menjadi sumber kebahagiaan. Aamiin.

Saya menghimbau agar pihak-pihak yg tidak terlibat untuk tidak memperkeruh suasana. Dan bila ada yg bersedia menjadi perantara perdamaian mohon
kiranya menghubungi saya secara personal.

Terima kasih.
Bandung, 12 Agustus 2012 pukul 07.00 WIB.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Posting Komentar

Bagi yang berkomentar diharapkan mencantumkan Nama dan Email.

 
Sekretariat : Jl. Raya Bukit No. 38 Serua, Ciputat, Tangsel
Telp : 021-74639255 | © 2010-2012 | SehatIslamy
Template Created by Creating Website Published Powered by Blogger
Silahkan menyebarluaskan konten web ini dengan menyantumkan linknya